Selasa, 09 April 2013

Praktikum Kation Golongan 1


BAB II
PRAKTIKUM REAKSI PENGANALAN KATION GOLONGAN I

I.                  TUJUAN
a.     Mahasiswa mengenal reaksi reaksi identifikasi kation-kation golongan I zat organic.
b.     Mahasiswa dapat menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation golongan I.
c.      Mahasiswa dapat menuliskan persamaan-persamaan reaksi yang terjadi.
II.               DASAR TEORI
Kation golongan pertama, membentuk klorida-klorida yang tak larut. Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu tumbel tak pernahmengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu cuplikan, ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam bersama-sama kation golongan kedua.
Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Diantara larut jauh lebih banyak. Kelarutan merkurium (I) sulfat terletak diantara kedua zat diatas. Bromide dan iodide juga tidak larut, sedangkan pengendapan timbel halide tidak sempurna dan endapan itu mudah sekali melarut dalam air panas. Sulfide tidak larut. Asetat-asetat lebih mudah larut, meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang agak pekat. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan reagensia yang jumlahnya ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan bermacam-macam cara. Juga ada perbedaan dalam sifat zat ini terhadap ammonia.
Contoh reaksi dari ion timbel (II) dengan asam klorida encer, akan menghasilkan endapan putih :
Pb2+ + 2Cl      PbCl2
Endapan larutan dalam air panas, tetapi memisah lagi sebagai kristal-kristal yang panjang seperti jarum setengah dingin. Ia juga larut dalam klorida pekat. Di mana terbentuk ion tetrakloroplumbat(II).
PbCl2          + 2CL-                  [PbCl4]2-
a)     Kation golongan I
Terdiri dari timbel(II), merkurium(I), dan perak(I). Kation golongan I membentuk klorida-klorida yang tak larut. Namun timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tidak pernah mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer. (Vogel, I, hal. 206)
1)  Reaksi-reaksi dari ion perak(I).
Asam klorida encer (atau klorida-klorida yang larut): endapan putih perak klorida
Penyinaran dengan cahaya matahari atau ultraviolet menguraikan endapan perak klorida yang menjadi abu-abu atau hitam karena terbentuknya logam perak.
Endapan ditambah dengan air panas, maka endapan tidak larut dalam air panas.
(Vogel, I, hal. 218)
2)  Reaksi dari ion merkuro ()
Asam klorida encer atau klorida-klorida yang larut: endapan putih merkurium(I) klorida (kalomel)
(Vogel, I, hal. 213)
3)  Reaksi dari ion timbel(II)
Asam klorida encer (klorida yang larut): endapan putih dalam larutan yang dingin dan tak terlalu encer.
Endapan larut dalam air panas, tetapi memisah lagi sebagian kristal yang panjang seperti jarum setengah dingin. (Vogel, I, hal. 207)


III.           PROSEDUR KERJA
1.     Alat :
a.     Tabung reaksi
b.     Rak tabung reaksi
c.      Labu takar
d.     Pipet tetes
e.      Penangas spiritus
2.     Bahan :
a.     AgNO3
b.     HCl
c.      NH4OH
d.     KI
e.      CH3COOH
f.       K2CrO4
g.     Hg2(NO3)2
h.     H2SO4
1.     Rangkaian Alat : Rangkaian Alat
4c07ac782e8e8.jpg1580301_07102009295.jpg733946_alat93.jpg
          (a)               (b)               (c)
clip_image042.jpgclip_image058.jpgclip_image071.jpg
            (d)                     (e)                  (f)
clip_image0082.jpggelas_kimia_kge_20_d(1).jpgPipet Tetes.jpg
            (g)                   (h)                    (i)
Gambar II.1 Rangkaian Alat.Pengenalan Anion

Keterangan : (a) Pembakar spirtus
(b) Rak tabung reaksi
(c) Tabung reaksi
(d) Penjepit
(e) Batang pengaduk
(g) Corong
(h) Gelas kimia
(i) Pipet tetes

3.    
Sampel kation golongan I
AgNO3 dan PbNO3
 
Sekema Kerja :
Analisa untuk kation golongan I
Ag+ dan Pb2+
 
 







IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN
1.     Hasil.
Tabel I.1 Data pengamatan
Cara Kerja
Pengamatan
Kation Golongan I

Argentum (Ag+)

1.  Lar.AgNO3 + Lar HCl
Terbentuk endapan putih
Endapan yang terbentuk dibagi 3

a.   Endapan dikenakan sinar matahari
Endapan berubah warna menjadi ungu
b.  Endapan + air panas, lalu didinginkan
Tidak ada perubahan
c.   Endapan + NH3, hasilnya
+ HNO3 encer
Tidakadaperubahan
2.  Lar. AgNO3 + KI
Terbentuk endapan kuning
Endapan yang terbentuk dibagi 2

a.   Endapan + air panas
Taidak ada perubahan, endapan masih ada
b.  Endapan + lar. KI berlebihan
Endapan larut
3.  Lar. AgNO3 + lar. NaOH
Terbentuk endapan coklat kehitaman
Endapan setelah dipisahkan dari filtratnya lalu ditambah lar. NaOH berlebihan
Tidak ada perubahan
4.  Lar. AgNO3 + K2CrO4
Terbentuk endapan merah bata
Endapan yang terbentuk dibagi 3

a.   Endapan + lar. CH3COOH
Tidak ada perubahan
b.  Endapan + Lar. HNO3
Larutan menjadi kuning
c.   Endapan + lar. Amonia
Larutan menjadi kuning


Merkuro (Hg2+)

1.  Lar. Hg2(NO3)2 + lar. HCl
Tidak ada perubahan
Endapan yang terbentuk dibagi 2

a.   Endapan + air panas
Tidak ada perubahan
b.  Endapan + lar. NH3
Tidak ada perubahan
2.  Lar. Hg2(NO3)2+ lar. K2CrO4
Terbentuk endapan kuning
3.  Lar. Hg2(NO3)2+ lar. KI
Terbentuk endapan kuning
Endapan yang terbentuk dibagi 2

a.   Endapan + air panas, lalu didinginkan
Larutan menjadi bening, masih terdapat sedikit endapan kuning
b.  Endapan + lar. KI berlebihan
Tidak ada perubahan
4.  Lar. Hg2(NO3)2 + lar NaOH, lalu tambahkan NaOH berlebihan
Larutan menjadi keruh
5.  Lar. Hg2(NO3)2 + NH3
Terbentuk endapan kuning

Timah Hitam (Pb2+)

1.  Lar. PbNO3 + lar. HCl
Tidak ada perubahan
Endapan yang terbentuk dibagi 3

a.   Endapan + air panas, lalu didinginkan
Tidak ada perubahan
b.  Endapan + HCl pekat
Tidak ada perubahan
c.   Endapan + lar. CH3COONH4
Tidak ada perubahan
2.  Lar. (CH3COO)2Pb + lar. KI
Terbentuk endapan kuning
Endapan yang terbentuk dibagi 2

a.   Endapan + air panas, lalu didinginkan
Endapan larut
b.  Endapan + lar. KI berlebihan
Tidak ada perubahan
3.  Lar. (CH3COO)2Pb + lar. NaOH bertetes-tetes, lalu berlebihan
Larutan menjadi keruh
4.  Lar. (CH3COO)2Pb + lar. K2CrO7
Terbentuk endapan kuning
5.  Lar. (CH3COO)2Pb + H2SO4 encer
Larutan menjadi keruh

2.     Pembahasan
Argentum (Ag+)
1.     Larutan Ag NO3 + HCl
Pada reaksi pengenalan argentum ( Ag+) digunakan larutan AgNO3 yang direaksikan dengan larutan HCl, Endapan yang terbentuk adalah Endapan putih AgCl.
Denganreaksi :
Ag+ + Cl-           AgCl 
Saat endapan direaksikan dengan matahari endapan berubah warna menjadi ungu
Denganreaksi :
2AgCl           (uv)   2Ag+    +  Cl-
Kemudian jika AgCl    ditambahkan larutan ammonia, maka akan dihasilkan ion kompleks dan diendapkan dari AgCl larut dalam larutan ammonia dari reaksi tersebut.
AgCl     + 2 NH3Ag(NH3)2+ + Cl-
Dimana Ag(NH3)2 merupakan fitrat dari penambahan larutan ammonia kedalam endapan dari AgCl. Jika fitrat tersebut di asamkan dengan sam nitrat (HNO3) maka kesetimbangan pada reaksi penambahan larutan ammonia akan kembali lagi.
( Ag(NH3)2 )+ + Cl- +2H+                       AgCl      + 2NH4+
Dan akankembalilagikelarutanAgCl   
2.     Larutan AgNO3 + KI
Argentium direaksikan dengan KI yang terjadi adalah endapan kuning.
Denganreaksi :
AgNO3 + KI        AgI + KNO3
saat endapan direaksikan air panas tidak terjadi perubahan,tetapidireaksikandenganKI berlebihanendapanlarut.
3.     Larutan AgNO3 + NaOH
Argentium dengan NaOH yang terjadi adalah endapan coklat.
Denganreaksi :
AgNO3 + NaOH       AgOH + NaNO3
saat ditambah NaOH berlebih,tidak ada perubahan.
4.     Larutan AgNO3 + K2CrO4
Argentum direaksikan K2CrO4 endapan yang terbentuk berwarnakuning.
Denganreaksi :
AgNO3 + K2CrO4Ag2CrO4
Dan endapan direaksikan dengan asam cuka tidak ada perubahan. Saat ditambahkan HNO3 endapan menjadi endapan kuning. Saat ditambah ammonia yang terjadi berupa endapankuning.

Merkuro (Hg2+)
1.     Larutan Hg2(NO3)2 + larutanHCl
Reaksi dengan HCl tidakadaperubahan yang terjadi.
Denganreaksi :
Hg2(NO3)2 + HClHgCl    + HNO3
Jika HgCl ditambahkan dengan air panas,maka HgCltidak akan mengalami perubahankemudian bila HgClditambahkan dengan larutan ammonia maka jugatidakakanmenghasilkanperubahan
2.     Larutan Hg2(NO3)2 + larutanK2CrO4
Hg2(NO3)2direaksikan dengab K2CrO4 yang terjadi endapan berwarna merah bata
Denganreaksi:
Hg2(NO3)2 + K2CrO4HgCrO4+ 2KNO3
3.     Larutan Hg2(NO3)2 + larutan KI
Hg direaksikan dengan KI yang terjadi endapan berwarna kuning.
Denganreaksi :
Hg2(NO3)2 + KI        Hg2I2+ 2KNO3
Saat endapan direaksikan dengan air panas larutanmenjadibeningdanterdapatsedikitendapankuning. Saat endapan dengan KI berlebih tidakadaperubahan.
4.     Larutan Hg2(NO3)2 + larutanNaOH
Hg direaksikan dengan NaOH dan ditambah NaOH berlebih yang terjadi berupa larutanmenjadikeruh.
5.     Larutan Hg2(NO3)2 + larutan NH3
Hg direaksikan dengan NH3 yang terjadi berupa endapan kuning.
Denganreaksi :
Hg2(NO3)2 + NH3      Hg(OH)2 + NH4(NO3)2

TimbalHitam (Pb2+)
1.     Larutan PbNO3 + LarutanHCl
PbdireaksikandenganHCltidakadaperubahan.Saatendapan di panaskankemudiandidinginkan, endapanditambahHClpekat, endapanditambahlarutan CH3COOHNH4, semuanyatidkadaperubahan.
2.     Lar. (CH3COO)2Pb + lar. KI
Pbdireaksikandenganlarutan KI terjadiendapanmenjadikuning.Kemudianendapandibagi 2.Saatendapandipanaskankemudiandidinginkan yang terjadiadalahendapanmenjadilarut.Saatendapanditambahlatutan KI berlebihantidakadaperubahan.
3.     Lar. (CH3COO)2Pb + lar. NaOH bertetes-tetes,
 lalu berlebihan.Pb direaksikan dengan lautan NaOH bertetes-tetes, laluberlebihan yang terjadi adalah larutan tersebut menjadi keruh.
4.     Lar. (CH3COO)2Pb + lar. K2CrO7
Pb direaksikan dengan lar. K2CrO7 yang terjadi adalah terbentuknya endapan berwarna kuning.
5.     Lar. (CH3COO)2Pb + H2SO4 encer
Pb direaksikan dengan H2SO4 encer yang terjadi adalah larutannya menjadi keruh.

V.   SIMPULAN DAN SARAN
1.     Simpulan
a.     Reaksi-reaksi identifikasi kation campuran antara sampel dan reagen menghasilkan suatu analisis.
b.     Perubahan-perubahan yang terjadi dalam setiap reaksi identifikasi kation dapat berupa endapan.
c.      Persamaan-persamaan reaksi anion harus sesuai agar menghasilkan analisis yang sesuai.
2.     Saran
a.     Sebaiknya dalam mengambil volume sampel dan reagen yang akan dicampur harus teliti dan tepat.
b.     Amati baik-baik perubahan yang terjadi setiap tetes reagen yang dicampurkan ke sampel.

DAFTAR PUSTAKA
Tim dosen praktikum kimia analisa.2010.Buku Petunjuk Praktikum Kimia Analisa 2010.Teknik Kimia FT UNNES.Semarang
Vogel.1990.BUKU TEKS ANALISIS ANORGANIK KUALITATIF MAKRO DAN SEMIMIKRO.Bagian I.Kalman Media Pusaka.Jakarta.
          Tim dosen kimia dasar.Kimia Dasar II.FMIPA UNNES.Semarang

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar